Benarkah Ajaran Islam Radikal?

Admin
0

 1796 LIGHT CAVALRY SABER (STEEL SCABBARD)

 

 Kristen selalu menjelekkan Islam dengan tuduhan radikal...

Mereka membaca Al-Quran secara tekstual (harfiah/sepotong), tapi membaca Alkitab secara kontekstual. Jika mereka mau main "potong ayat" dan menuduh Islam radikal, silakan hadapkan mereka pada ayat-ayat berikut dari kitab mereka sendiri.

Berikut adalah Daftar Ayat "Keras" dalam Alkitab yang dikelompokkan berdasarkan jenis tuduhan mereka:


1. Menjawab Tuduhan: "Islam Membunuh Anak Kecil" (Kasus Khidr)

Mereka menyerang kisah Nabi Khidr (QS. Al-Kahf) yang membunuh seorang anak atas perintah/ilmu Allah. Bantahan Alkitab (Perjanjian Lama):

  • 1 Samuel 15:3 (Perintah Tuhan untuk Membantai Bayi)

    "Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek... janganlah belas kasihan kepada mereka, tetapi bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba..."

    Poin Debat: Di Islam, Khidr membunuh 1 anak karena wahyu khusus (kasuistik). Di sini, Tuhan memerintahkan pembantaian massal termasuk bayi yang masih menyusu. Mana yang lebih "radikal"?

  • Mazmur 137:9 (Kebahagiaan Membanting Bayi)

    "Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!"

    Poin Debat: Ayat ini memuji orang yang membunuh bayi musuh dengan cara sadis.

  • 2 Raja-Raja 2:23-24 (Nabi Elisha & Beruang)

    Elisha (Elisa) diejek oleh anak-anak kecil karena botak. Lalu ia mengutuk mereka, dan keluarlah dua ekor beruang mencabik-cabik 42 orang anak-anak itu.

    Poin Debat: Khidr membunuh karena alasan teologis (masa depan iman). Elisha mengutuk sampai 42 anak mati dicabik beruang hanya karena diejek "botak".


2. Menjawab Tuduhan: "Islam Agama Perang & Pedang"

Mereka menuduh ayat Qital (perang) di Quran sebagai bukti kekejaman. Bantahan Alkitab (Genosida Total):

  • Ulangan (Deuteronomy) 20:16-17 (Perintah Genosida)

    "Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu... janganlah kau biarkan hidup apapun yang bernafas, melainkan kau tumpas sama sekali..."

    Poin Debat: Dalam perang Islam, dilarang membunuh wanita, anak-anak, pendeta, bahkan menebang pohon. Di ayat ini, perintahnya adalah "jangan biarkan hidup apapun yang bernafas."

  • Yehezkiel 9:5-6 (Tanpa Belas Kasihan)

    "Bunuhlah sampai musnah orang tua, teruna, dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan..."


3. Menjawab Tuduhan: "Yesus Penuh Kasih, Muhammad Perang"

Mereka sering membandingkan Yesus yang damai dengan Nabi Muhammad. Padahal dalam teologi Kristen, Yesus adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan di Perjanjian Lama (yang memerintahkan perang di atas). Namun, di Perjanjian Baru pun ada ayat yang keras.

Bantahan Alkitab (Perjanjian Baru):

  • Lukas 19:27 (Perumpamaan Raja)

    "Akan tetapi semua seteru-seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

    Poin Debat: Meskipun Kristen menafsirkan ini sebagai perumpamaan atau kejadian akhir zaman, secara teks bunyinya sangat sadis: "Bunuh di depan mataku." Jika mereka boleh menafsirkan ini sebagai metafora, kenapa ayat perang Quran tidak boleh dilihat konteksnya (sebagai pertahanan diri)?

  • Matius 10:34 (Bukan Damai, Tapi Pedang)

    "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang."


4. Menjawab Tuduhan: "Islam Memperbudak Wanita" (Sex Slave)

Mereka menyerang konsep budak dalam Islam. Bantahan Alkitab:

  • Bilangan (Numbers) 31:17-18 (Bunuh Laki-laki, Ambil Perawannya)

    "Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak... Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki (perawan), biarkanlah hidup bagimu."

    Poin Debat: Pasukan Musa diperintahkan membunuh semua tawanan kecuali gadis perawan yang boleh diambil "bagi mereka". Ini ada di kitab suci mereka.


Cara Mengemas Jawaban (Logika Skakmat)

Jangan hanya melempar ayat. Gunakan narasi penutup ini agar mereka berpikir:

"Saudaraku, jika Anda menuduh Islam radikal karena ada ayat perang atau kisah Khidr, maka dengan standar yang sama (standar harfiah), Anda harus mengakui bahwa Alkitab jauh lebih radikal (memerintahkan pembunuhan bayi menyusu, genosida total, dan pencabikan anak-anak).

Kami Muslim bersikap adil: Kami meyakini ayat-ayat keras di Alkitab itu ada konteks sejarahnya (hukum perang zaman dulu), sebagaimana ayat perang di Quran juga ada konteksnya (bela diri).

Jika Anda menolak konteks kami, maka Anda sedang menghakimi kitab suci Anda sendiri sebagai kitab teroris. Jadi, mau pakai standar mana? Konteks atau Teks Buta?"


Catatan Penting untuk Anda (Penjelasan Khidr)

Agar Anda paham akidahnya: Kisah Khidr (QS 18:80) adalah pengecualian Ilahi (Divine Exception). Khidr bertindak bukan sebagai manusia biasa, tapi kepanjangan tangan Takdir Allah (God's Will) yang mengetahui masa depan. Itu bukan syariat bagi umat Nabi Muhammad. Syariat kita jelas: membunuh satu nyawa tanpa hak sama dengan membunuh seluruh manusia (QS 5:32).

 

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
Portal ini dalam pengembangan
To Top